Senin, 26 Mei 2008

Tarantula!

Lihat gambar peliharaan saya di kiri. Jujur aja, beberapa hari ini saya lagi tertarik banget untuk memelihara Tarantula. Kenapa Tarantula? Ga tau juga sih kenapa ya, menurutku Tarantula tuh keren sih, laba-laba dengan ukuran besar. Temen-temen saya padahal udah pada bilang, "buset, ngapain lu melihara tarantula?" bahkan ada yang sampe bilang "kayak psikopat aja lo melihara tarantula". Ya, apapun yang mereka katakan, tetep aja saya akan memelihara yang namanya tarantula.

Oke, berhubung saya lagi suka sama tarantula, saya beberapa hari ini sangat rajin mencari informasi tentang cara merawat, jenis-jenis tarantula, bahkan sekarang yang paling sulit mencari pedagang tarantula jenis yang bagus (minimal tarantula kalimantan lah). Back to the topic (kalo kata tukul: kembali ke laptop), sekarang saya akan menjelaskan beberapa hal tentang Tarantula.


Deskripsi

Yang dinamakan tarantula Tarantula adalah hewan yang memiliki klasifikasi:
  • invertebrata (tidak memiliki tulang belakang)
  • class: Anthropoda (kaki berbuku-buku)
  • ordo: Arachnida, Ordo Araneae (laba-laba)
  • family: Theraphosidae (Tarantula).
Tarantula dikenal luas sebagai jenis laba-laba terbesar. Memang demikian, sepengetahuan saya, Tarantula yang paling kecil (yang saya tahu) adalah Tarantula lokal, yang berukuran 7,5 cm waktu dewasa dan yang paling besar adalah Goliath Bird Eater Tarantula (T. Blondii) yang bisa mencapai 30 cm.
Berbeda dengan laba-laba jenis lainnya, Tarantula merupakan laba-laba yang mencari makan dengan cara berburu, bukan menunggu buruan dengan cara membuat jaring. Jaring pada Tarantula hanya digunakan pada proses ganti kulit.
Banyak yang mengatakan gigitan laba-laba termasuk tarantula beracun, padahal bisa tarantula tidak lebih bahaya dari bisa lebah. Tidak pernah ada laporan kematian manusia dari gigitan tarantula. Namun, bagi anjing dan kucing (dan mungkin beberapa hewan peliharaan lainnya) gigitan tarantula berbahaya, karena hewan tersebut lebih rentan terhadap bisa.
Tarantula betina dapat mencapai umur 20 tahun lebih, sedangkan yang jantan hanya sekitar 5 tahunan.


Habitat

Kebanyakan tarantula hidup di daerah dengan suhu hangat, tidak boleh dibawah 15° C, idealnya berada pada kisaran 20-30° C. Mereka juga senang tinggal di tempat yang lembab. Kebanyakan tarantula makan invertebrata kecil lainnya, tetapi pada beberapa jenis tarantula yang memiliki ukuran besar, mereka juga memakan beberapa vertebrata seperti hewan pengerat.


Tarantula sebagai Hewan Peliharaan

Cukup hanya dengan akuarium berukuran 9-15 liter, anda sudah dapat memelihara seekor Mexican Red Knee Tarantula yang bisa mencapai ukuran 15 cm. Untuk memelihara Tarantula, dibutuhkan kandang yang tertutup rapat, karena tarantula dapat memanjat kaca dengan mudah.

Tarantula memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan sebagai hewan peliharaan, kelebihannya adalah:
  • Tarantula tidak mengeluarkan zat buangan yang kotor dan bau
  • Tidak berisik
  • Tidak perlu sering membersihkan kandangnya (cocok bagi orang yang kurang waktu), hanya perlu dibersihkan kandangnya 6 bulan sekali.
  • Makananya murah, jangkrik (di tempat saya Rp.1000 dapet 20), dan hanya butuh 5-7 jangkrik per minggu ditambah air untuk minumnya.
  • cukup jinak, mereka tidak akan menyerang kalau tidak merasa terancam.
  • hanya butuh tempat yang kecil, cukup dengan tempat yang berukuran sekitar 2-3 kali tubuhnya (ujung kaki ke kaki).
  • untuk memulai memelihara hewan yang unik dan menarik, tarantula bisa menjadi pilihan yang bagus.
dan kekurangannya:
  • tarantula terlalu pendiam
  • untuk hobiis Indonesia, tarantula import mahal dan sulit dicari.
  • Bila terancam, beberapa jenis tarantula dapat berperilaku seperti ulat bulu, mengusir predator dengan cara melepaskan bulu yang membuat gatal (bahkan sampai iritasi)
  • umumnya, walaupun jinak, tarantula merupakan hewan yang tidak bisa ditebak perilakunya.
  • pakar tidak menyarankan untuk memegang tarantula karena sulit ditebak dan ada beberapa orang kulitnya alergi terhadap bulu laba-laba.

Read More......

Jumat, 16 Mei 2008

Sistem Pembelajaran Indonesia yang Salah!

Sudah selesailah perjuangan saya di masa SMA ini, UAN sudah, UAS sudah, hanya tinggal kurang ujian praktek olahraga . Walaupun saya sempat sakit DBD (trombosit saya sempat drop hingga 35 ribu) yang membuat saya harus istirahat tepat 2 minggu sebelum UAS yang berarti saya harus melewati masa pemantapan UAS!


sistem pembelajaran yang salah
Well, apa hasilnya? dengan mempelajari rangkuman yang diberikan oleh guru saya dalam waktu hanya 1 malam, saya dapat mengerjakan UAS dengan sangat lancar! padahal saya tergolong orang yang tidak menyukai dan tidak pernah bisa mengingat isipelajaran-pelajaran yang menjadi mata pelajaran UAS -kembalikan waktu 3 tahunku belajar pelajaran yang hanya butuh 1 hari untuk lulus!
Itu baru UAS, lain halnya dengan UAN. Memang UAN tidak bisa menggunakan sistem kebut semalam karena ada teori, analisis, dan rumus-rumus yang tidak sedikit (saya mengambil jurusan IPA). Tetapi, saya yang lazy boy (lihat saja motto saya) alias tidak pernah mendengarkan pelajaran saja merasa optimis lulus jika hanya ikut sekolah 2 bulan terakhir waktu pemantapan. Ini serius! sampai sebelum masa pemantapan, saya tidak mengerti atau sudah lupa yang namanya elektrolisis, atau matematika Lingkaran, atau cara menganalisis data, rumus-rumus tentang cahaya, dsb. Saya merasa belajar 2 bulan itu saja sudah cukup untuk mendapatkan nilai minimal lulus !


Saya berharap sistem UAN tidak dijadikan patokan untuk kelulusan. Sistem kelulusan dengan UAN membuat orang-orang merasa tidak perlu belajar 3 tahun agar lulus SMA. Sebaiknya kelulusan ditentukan oleh sekolah, karena sekolahlah yang mengetahui layak atau tidaknya seorang siswa untuk lulus dari berbagai faktor selama 3 tahun, bukanlah UAN yang hanya mengenal siswa dalam 3 hari ujian dan 2 bulan intensif belajar!

Read More......

Sabtu, 10 Mei 2008

memulai sebuah blog

Mulanya sih saya ga terlalu ngerti sama apa yang namanya blog. Pertama kali mendengar kata 'blog' yang ada di pikiran waktu itu adalah bongkahan kayu besar yang masih belum diproses sama sekali (balog kayu kali ya :D ). Seiring dengan berjalannya waktu, saya makin gak gaptek dan mulai ngerti apa yang namanya 'blog'. Tapi, pas udah ngerti apa yang namanya blog, saya tidak merasa butuh apa yang namanya blog, ya... bisa dibilang merasa "ada atau ga ada yang namanya blog di dunia ini ga akan ngaruh deh!".


"Apaan sih gunanya ngeblog?" itu mungkin pertanyaan yang dulu selalu ada dipikiran. Ya, seperti yang saya bilang sebelumnya, saya merasa blog tidak ada gunanya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, saya perlahan mulai mengerti apa gunanya blog. Ternyata, saya telat menyadari kegunaan blog yang dari mulai untuk mengekspresikan diri, latihan nulis, mempercepat kecepatan ketikan, sampai mencari uang. Untuk poin terakhir, saya tau belum lama ini saat sepupu saya berhenti kerja. Saya tanya "lah kok ngapain berenti kerja?", "gua sekarang mau ngeblog aja" katanya. Lagipula saya sering merasa mempunyai waktu luang yang terbuang secara percuma, mungkin blog bisa menjadi sarana yang cocok untuk mengisi waktu luang tersebut.

Well... memang sudah waktunya untuk saya memulai blog ini!

Read More......